Sabtu, 18 September 2021|Jakarta, Indonesia

Relawan: Vaksin dan 3M Percepat Pemulihan Kehidupan

Wiyanto

Minggu, 20 Desember 2020 - 23:57 WIB

Ilustrasi Vaksin Covid-19 (ist)
Ilustrasi Vaksin Covid-19 (ist)
A A A

Thepresidentpost.id - Jakarta - Sukarelawan atau sering disingkat relawan adalah mereka yang melakukan sesuatu dengan sukarela tanpa ada kewajiban atau pemaksaan serta mengharapkan imbalan atau penghargaan. Para relawan bertindak karena bersimpati demi meringankan masalah sosial di sekitarnya.

Di masa pandemi COVID - 19, relawan turut berperan, tidak hanya relawan di bidang kesehatan, tapi juga relawan yang bergerak di bidang ekonomi dan sosial, perannya penting dalam membantu meringankan kesulitan, mengingat pandemi telah berdampak ke segala sendi kehidupan masyarakat. Pada bulan April 2020, terbersit keinginan dr. Aulia Giffarinnisa untuk terjun langsung membantu sesama rekan tenaga kesehatan yang berjuang menangani pasien COVID - 19.

“Keputusan jadi relawan itu sudah ada sejak April. Saya sebelumnya bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah di Sulawesi Selatan. Hati saya ingin berkontribusi dan tidak bisa hanya diam di rumah saja. Akhirnya pada Agustus orang tua merestui keinginan saya, setelah sejak April saya meminta restu. Saya mulai bertugas di Rumah Sakit Darurat COVID - 19 (RSDC) Wisma Atlet bulan September”, ujarnya pada acara Dialog Produktif menyambut Hari Sukarelawan Internasional, yang bertema “Berbakti untuk Kemanusiaan Tanpa Pamrih”, yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID - 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jumat (04/12).

Tentunya menangani pasien COVID - 19 bukan hal mudah, tenaga kesehatan seperti dr. Aulia harus terus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) selama 8 jam. Apalagi dr. Aulia bertugas di HCU (High Care Unit) yang merawat pasien COVID - 19 dengan kondisi memerlukan perhatian khusus. Bekerja dalam pengap dan menahan haus dan lapar sudah jadi risiko pekerjaannya.

“Kami bekerja bergiliran selama delapan jam. Biasanya dari pukul enam pagi sampai jam dua siang. Tapi karena memakai APD kita mulai persiapan dari jam 5 pagi, dan harus puasa selama delapan jam itu, karena kita tidak melepaskan APD bahkan untuk ke toilet. Kalau kita minum pasti ingin ke toilet”, terangnya. Kisah inspiratif dari relawan lainnya berasal dari Yusrin Zata Lini, Anggota Relawan Jurnalis Bergerak. Ia dan rekan - rekan jurnalis lainnya menginisiasi gerakan sosial untuk membantu kesulitan ekonomi para pekerja lepas harian.

“Masih banyak teman - teman kita di luar sana yang harus bekerja berjibaku di jalanan untuk mendapat pendapatan harian. Selain pendapatan mereka tergerus, tidak memiliki informasi cukup mengenai COVID - 19 sehingga cenderung tidak peduli, mereka lebih khawatir dengan anak mereka nanti makan apa daripada virus yang tidak tampak ini”, terangnya.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Yusrin Zata menggalang donasi dengan sasaran penerima pekerja lepas harian, “Setidaknya menolong kehidupan mereka yang masih harus bekerja di jalanan ini selama satu atau dua minggu ke depan. Kita memberikan bantuan - bantuan ini dalam bentuk sembako, masker, hand sanitizer, dan flyer edukasi terkait COVID - 19”.

Gerakan sosial #JurnalisBergerak mulai mengumpulkan donasi melalui platform digital benihbaik.com, dengan target Rp100 juta, “Meski kita mengatas namakan jurnalis, tapi semua orang boleh membantu. Setidaknya kita menjadi wadah untuk masyarakat umum yang ingin berkontribusi. Penerimanya adalah pekerja non formal seperti tukang ojek, pemulung, pedagang kecil, sopir angkutan umum, dan masyarakat terdampak lainnya. Dalam waktu satu bulan, telah terkumpul Rp106 juta dari 339 donatur. Kemudian dana ini kita salurkan ke 600 penerima manfaat yang disalurkan ke 5 wilayah administrasi DKI Jakarta, dan ternyata masih lebih sehingga kami membuka lagi penyaluran paket bantuan ke masyarakat berdasarkan rekomendasi baik oleh perorangan maupun komunitas seperti ke para guru honorer dan tukang pijat tuna netra”, ungkapnya.

Relawan seperti dr. Aulia dan Yusrin Zata juga menyampaikan harapannya kepada upaya Pemerintah untuk pengadaan vaksin. “Harapan aku dengan vaksin COVID - 19 ini inginnya cepat didistribusi. Saat ini setahu saya vaksin sudah dalam uji klinik fase III, kalau Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) mengizinkan, saya ingin vaksin lebih cepat didistribusikan”, ujar dr. Aulia.

Senada dengan dr. Aulia, Yusrin Zata juga menginginkan vaksin didistribusi secepatnya, “Ketika lebih cepat vaksin masuk ke Indonesia, lebih cepat juga nantinya membantu memulihkan kehidupan masyarakat dalam mencari pekerjaan dan kehidupan sosialnya. Hadirnya vaksin COVID - 19 ini nanti jadi harapan agar kehidupan sosial bisa kembali normal”.

Selama menunggu kedatangan vaksin, dr Aulia juga berpesan, “Jangan berfikir bahwa kebaikan itu harus besar, tapi minimal dari orang - orang terdekat kita dengan cara mencegah penularan lewat 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak). Dengan bersama - sama seperti itu, akan membantu tenaga kesehatan seperti kami untuk mencegah dan mengembalikan kehidupan normal seperti dulu lagi”.

“Untuk masyarakat yang masih bekerja di luar rumah, jangan abaikan protokol Kesehatan 3M, dengan menerapkan protokol 3M ini tidak hanya melindungi diri tapi juga orang di sekitar kita. Jangan sampai kita menyusahkan orang lain apalagi tenaga kesehatan yang sudah berjuang, jangan sampai kita menyia - nyiakan perjuangan mereka”, tutup Yusrin Zata.

Tag

  1. vaksin
  2. 3m

Komentar

Berita Lainnya

Pemerintah 17/02/2021 22:30 WIB

Cegah Covid-19, Peruri Gelar Swab Antigen kepada Lebih dari 2.300 Karyawan

Tes swab antigen ini merupakan tahap pertama dari beberapa tahap tes yang akan dilakukan Peruri guna mengidentifikasi Covid-19 di lingkungan perusahaan secara keseluruhan.

Industri 17/02/2021 11:15 WIB

Jababeka Berikan Bantuan Sejumlah Peralatan Penunjang Posyandu di Cikarang Utara

Dalam kondisi pandemi ini akhirnya Posyandu beradaptasi agar bisa tetap memberikan layanan, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Pemerintah 30/01/2021 15:15 WIB

Dukung Pelestarian Alam, KAI Lakukan Penghijauan Dengan Tanam 18.000 Pohon

Diharapkan dengan adanya bantuan program rehabilitasi lingkungan ini dapat mengembalikan kualitas lingkungan kawasan lereng gunung agar lebih hijau.

Pariwisata 30/01/2021 14:15 WIB

Dirut PT TWC Hadir Raker Bersama Menteri BUMN dan Menparekraf, Ini Pembahasannya..

Pengembangan wisata di Borobudur, menurut Menparekraf juga akan menyasar warga secara langsung, baik pengembangan UMKM yang ada di sekitar maupun juga destinasi serta paket wisata di sekitar Borobudur.

Pemerintah 30/01/2021 13:15 WIB

Bidik Pasar Internasional, Pertamina Jalin Kerja Sama dengan Kemlu

Nota Kesepahaman ditujukan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Kemlu dan Pertamina, serta memberi landasan kuat untuk kerja sama ke depan.