Minggu, 20 Juni 2021|Jakarta, Indonesia

RS Penuh, OTG Berkeliaran! Dr Iskandar Beberkan Solusi Tekan Resiko Kematian Pasien Covid-19

Nandi Nanti

Minggu, 17 Januari 2021 - 12:20 WIB

Dr Iskandar CEO RS Permata Cikarang
Dr Iskandar CEO RS Permata Cikarang
A A A

Thepresidentpost.id - Jakarta, Ditengah keterbatasan kapasitas Rumah Sakit dan Fasilitas Medis, tenaga medis di Indonesia terus berupaya menekan angka kematian pasien yang terjangkit virus Covid - 19. 

Dr Iskandar Suhardi Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta cabang Kab. Purwakarta, Bekasi dan Karawang (ARSSI Purwabeka) mengatakan saat ini ada dua permasalahan yang dihadapi.

Pertama adalah soal penanganan dini berupa ketersediaan alat pernafasan untuk menyelamatkan pasien dari ancaman kematian.

"HFNC dipakai pasien secara non invasif atau tanpa intubasi seperti ventilator, dengan alat ini resiko perburukan pasien covid - 19 dapat dikurangi," kara Dr Iskandar saat dihubungi redaksi Thepresidentpost.id pada Minggu (17/1/2021).

Dikatakannya, problem treatment di Rumah Sakit saat ini adalah bagaimana supaya pasien - pasien dengan gejala ringan tidak jatuh menjadi gejala sedang atau berat.

Untuk itu, salah satu solusi yang direkomendasikan dari para expert adalah dengan menyediakan alat bantu nafas yg bernama HFNC/High Flow Nasal Cannule yaitu alat bantu nafas non invasif yang bisa membantu menaikan saturasi O2 dan meringankan sesak pasien.

"Karena saat pasien sudah bergejala sedang/berat yang biasanya ditandai dengan saturasi O2 yg sudah mulai turun dibawah 90 an, akan sangat sulit sekali mencari HCU/ICU rujukan," jelasnya.

Kemudian, pada patofisiologi atau perubahan dan gangguan fisiologis yang disebabkan oleh covid - 19, organ utama pasien yg diserang adalah paru - paru atau lazim disebut pneumonia.

Hal ini ditandai dengan bercak putih pada pemeriksaan rontgen/CT scan pasien.

"Untuk masalah sesak nafas pada penderita covid - 19 itu solusi nya bukan sekadar pada obat - obatan semata. Jadi memakai alat bantu nafas seperti pemakaian HFNC sampai terakhir pakai ventilator menjadi tindakan yang sangat penting," paparnya.

Dijelaskannya, pneumonia semakin berat bila bercak putih didalm paru - paru semakin meluas.

Ini ditandai dengan saturasi oksigen akan menurun dan pasien akan alami sesak nafas. 

Dimasa itu, daya tahan atau imunitas tubuh yang dibantu obat - obatan akan berperang habis - habisan dengan virus covid.

Selama peperangan itu, menurutnya, organ paling vital dan harus di jaga adalah paru - paru. Lantaran organ tersebut berkaitan langsung dengan peluang hidup pasien.

"Jadi alat bantu seperti selang oksigen, HFNC dan ventilator itu berfungsi memberi kesempatan seluruh organ tubuh kita untuk dapat memenangkan peperangan melawan covid tersebut," papar dr Iskandar.

"Bila organ paru tidak kita selamatkan dulu arti nya peluang tubuh kita untuk memenangkan perang melawan covid akan semakin kecil dan risiko kematian semakin tinggi," tandasnya lagi.

Selain masalah alat bantu pernafasan, Dr Iskandar yang juga CEO dan owner RS Permata Keluarga Group mengemukakan masalah kedua yakni kondisi aktual yang dihadapi rumah sakit saat ini.

Menurutnya, tingginya jumlah pasien terjangkit Covid - 19 membuat rumah sakit kewalahan dan tidak lagi cukup menyediakan bed atau tempat tidur bagi pasien.

"Sebagai contoh, RS Permata Keluarga yang kami kelola awal nya buka 20 bed untuk isolasi covid, sekarang sudah kami buka sampai hampir 40 bed dan itu pun penuh terus," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya juga telah meminta agar pemda/dinkes terkait segera menambah kapasitas isolasi pasien, termasuk untuk Orang Tanpa Gejala (OTG).

"Termasuk OTG, supaya dirawat dan jangan terus menularkan kepada orang lain terutama kepada orang - orang yang rentan seperti orang tua dan penderita komorbid atau penyakit penyerta," tegas Dr Iskandar.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar semua stakeholder terutama Pemda/Dinkes agar lebih agresif melakukan Tracing, Testing dan Treatment.

Hal tersebut menurutnya sangat penting untuk mencegah masyarakat yang sudah terinfeksi Covid tanpa gejala (OTG) masih berkeliaran dan berpotensi besar menularkan kepada orang - orang disekitarnya.

"Terus terang, saat ini banyak sekali kami temukan kasus begitu di kluster keluarga," pungkasnya.

Sekadar informasi, total pasien positif covid - 19 secara nasional saat ini jumlahnya mencapai 896.642 kasus.

Sementara untuk pasien sembuh totalnya menjadi menjadi 727.358 orang diseluruh Indonesia.

Adapun untuk kasus meninggal totalnya mencapai 25.767 pasien meninggal.

Komentar

Berita Lainnya

Pemerintah 17/02/2021 22:30 WIB

Cegah Covid-19, Peruri Gelar Swab Antigen kepada Lebih dari 2.300 Karyawan

Tes swab antigen ini merupakan tahap pertama dari beberapa tahap tes yang akan dilakukan Peruri guna mengidentifikasi Covid-19 di lingkungan perusahaan secara keseluruhan.

Industri 17/02/2021 11:15 WIB

Jababeka Berikan Bantuan Sejumlah Peralatan Penunjang Posyandu di Cikarang Utara

Dalam kondisi pandemi ini akhirnya Posyandu beradaptasi agar bisa tetap memberikan layanan, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Pemerintah 30/01/2021 15:15 WIB

Dukung Pelestarian Alam, KAI Lakukan Penghijauan Dengan Tanam 18.000 Pohon

Diharapkan dengan adanya bantuan program rehabilitasi lingkungan ini dapat mengembalikan kualitas lingkungan kawasan lereng gunung agar lebih hijau.

Pariwisata 30/01/2021 14:15 WIB

Dirut PT TWC Hadir Raker Bersama Menteri BUMN dan Menparekraf, Ini Pembahasannya..

Pengembangan wisata di Borobudur, menurut Menparekraf juga akan menyasar warga secara langsung, baik pengembangan UMKM yang ada di sekitar maupun juga destinasi serta paket wisata di sekitar Borobudur.

Pemerintah 30/01/2021 13:15 WIB

Bidik Pasar Internasional, Pertamina Jalin Kerja Sama dengan Kemlu

Nota Kesepahaman ditujukan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi antara Kemlu dan Pertamina, serta memberi landasan kuat untuk kerja sama ke depan.