Minggu, 01 Agustus 2021|Jakarta, Indonesia

Bidik Pasar Kopi Indonesia di Jerman Lewat Program Coffee Tasting

Krishna Anindyo

Kamis, 28 Januari 2021 - 13:15 WIB

Kegiatan Coffee Tasting Kopi Populer di Pasar Jerman (Photo by Kemlu)
Kegiatan Coffee Tasting Kopi Populer di Pasar Jerman (Photo by Kemlu)
A A A

Thepresidentpost.id - Berlin – Untuk pertama kalinya, KBRI Berlin menggagas strategi uji cocok rasa kopi Jerman dan kopi Indonesia melalui kegiatan Coffee Tasting Kopi Populer di Pasar Jerman.

Acara yang dihadiri sekitar seratus peserta tersebut, dilangsungkan secara hybrid di Aula KBRI Berlin, Jerman dan Kantin Diplomasi Kementerian Luar Negeri Jakarta serta Kementerian Perdagangan di Jakarta.

Jerman merupakan pasar terbesar produk kopi di Uni Eropa dengan nilai sekitar USD 7,7 milyar. Di sisi lain, Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia.

Namun sayangnya, ekspor kopi Indonesia ke Jerman belum maksimal. Saat ini Indonesia masih berada di urutan kesembilan pengekspor kopi ke Jerman. Eksportir terbesar adalah Brazil dan disusul Vietnam di tempat kedua.

“Kita ingin mengisi gap yang terlalu besar antara potensi produksi kopi Indonesia dan potensi pasar kopi di Jerman ini. Masyarakat Jerman adalah pencinta kopi yang 75% di antaranya menikmati kopi di rumah. Jadi peluang pasar itu akan selalu ada dan terus meningkat," ujar Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno melalui keterangan yang diterima redaksi pada Kamis (28/1).

Lebih lanjut Dubes Oegroseno juga menyebutkan bahwa faktor harga juga menjadi penentu untuk pasar kopi di Jerman. Di sini rata-rata kopi biasa (mainstream coffee) dijual dengan kisaran harga satu Euro per kilogram. Sementara untuk specialty coffee dijual dengan harga sekitar tiga Euro per kilogram.

Strategi uji cocok rasa kopi ini diawali dengan mengirimkan 24 sampel kopi yang paling laku di pasaran Jerman ke Indonesia. Sampel tersebut kemudian diteliti kandungan, aroma dan cita rasanya. Dalam hal ini, Kementerian Luar Negeri RI bekerja sama dengan 5758 Coffee Lab (PT Belajar Kopi Bersama).

Dari sini Coffee Lab akan membuat Katalog Rasa masing-masing sampel kopi. Kemudian akan dicarikan kopi di Indonesia yang memiliki karakter yang serupa dengan katalog rasa dari sampel kopi yang sudah diteliti.

Kopi menjadi salah satu prioritas promosi Perwakilan RI di Jerman. Untuk itu sejumlah strategi pemasaran kopi Indonesia di Jerman pun sudah disiapkan diantaranya memfasilitasi Business Meeting antara Asosiasi Kopi Jerman dan Roastery terkemuka di Jerman dengan Eksportir dan Petani asal Indonesia, smelakukan promosi di jaringan swalayan hingga bekerja sama dengan radio terkemuka di Jerman untuk wawancara tentang kopi Indonesia.

Komentar

Berita Lainnya

Bisnis 17/02/2021 23:00 WIB

Mendorong Perluasan Akses dan Kemitraan Bisnis, Kementerian BUMN Gelar “PaDi UMKM Virtual Expo 2021”

Gelaran pameran tersebut merupakan upaya perlindungan, pendampingan dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia yang juga terdampak sangat serius oleh pandemi Covid-19.

Pemerintah 17/02/2021 22:30 WIB

Cegah Covid-19, Peruri Gelar Swab Antigen kepada Lebih dari 2.300 Karyawan

Tes swab antigen ini merupakan tahap pertama dari beberapa tahap tes yang akan dilakukan Peruri guna mengidentifikasi Covid-19 di lingkungan perusahaan secara keseluruhan.

Industri 17/02/2021 11:15 WIB

Jababeka Berikan Bantuan Sejumlah Peralatan Penunjang Posyandu di Cikarang Utara

Dalam kondisi pandemi ini akhirnya Posyandu beradaptasi agar bisa tetap memberikan layanan, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Pemerintah 30/01/2021 15:15 WIB

Dukung Pelestarian Alam, KAI Lakukan Penghijauan Dengan Tanam 18.000 Pohon

Diharapkan dengan adanya bantuan program rehabilitasi lingkungan ini dapat mengembalikan kualitas lingkungan kawasan lereng gunung agar lebih hijau.

Pariwisata 30/01/2021 14:15 WIB

Dirut PT TWC Hadir Raker Bersama Menteri BUMN dan Menparekraf, Ini Pembahasannya..

Pengembangan wisata di Borobudur, menurut Menparekraf juga akan menyasar warga secara langsung, baik pengembangan UMKM yang ada di sekitar maupun juga destinasi serta paket wisata di sekitar Borobudur.